Senin, 09 Mei 2016

Review jurnal

Judul
ANALISIS PENGARUH MOTIVASI DAN BUDAYA ORGANISASI
TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Jurnal
Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya
Voleme danhalam
Jurnal Manajemen dan Bisnis Sriwijaya Vol.12 No.1 Maret 2014
Tahun
2014
Penulis
Zunaidah.
Ardi Novarandi Arif Budiman.
Reviewer
Muhammad Mughoni/20140720098/C
Tanggal Review
14 April 2016

Rumusan Masalah
Berdasarkan  uraian  latar  belakang  di  atas  maka  perumusan  masalah  dari  penelitian  ini
adalah:
Apakah motivasi dan budaya organisasi secara parsial dan simultan berpengaruh terhadap
kinerja karyawan Business Unit SPBU PT. Putra Kelana Makmur Group Batam?
Tujuan Penilitian
Setiap  kegiatan  pastinya  memiliki  tujuan  dari  pelaksanaannya,  demikian  pula  dengan
penelitian yang akan penulis lakukan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
Untuk  menganalisis  dan  mengetahui  pengaruh  motivasi  dan  budaya  organisasi  secara
parsial dan simultan terhadap kinerja karyawan Business Unit SPBU PT. Putra Kelana Makmur
Group Batam.
Populasi
Pada penelitian ini yang menjadi populasi adalah seluruh karyawan Business Unit SPBU
PT. Putra Kelana Makmur Group Batam yang berjumlah 198 orang.
Sampel
Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut
(Sugiyono,  2007:116). 
Tehnik Analisis Data
a.       Analisis Statistik Deskriptif







b.      Analisis Regresi Linier Berganda


Teknik  analisa  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  Analisis  Statistik  Deskriptif.
Teknik  ini  untuk  menganalisa  data  dengan  cara  mendeskripsikan  atau  menggambarkan  data
yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud membuat kesimpulan yang berlaku
untuk umum dan generalisasi (Sugiyono, 2007:206).


Teknik  Analisa  berikutnya  yang  digunakan  pada  penelitian  ini  adalah  Analisis  Regresi
Linier Berganda. Penelitian ini menggunakan dua variabel bebas dan satu variabel terikat karena
analisis yang dipakai adalah regresi linier berganda.
Definisi Operasional Variabel Penelitian

Variabel Dependen


Variabel Dependen dalam penelitian ini adalah Kinerja Karyawan (Studi Pada Business Unit SPBU PT. Putra Kelana Makmur Group Batam)
Definisi dan Pengukuran Variabel
Definisi serta pengukuran variabel dari motivasi,  budaya dan karyawan yaitu:
1. Motivasi (X1) Pimpinan,  manajer  dan  pegawai  yang  mempunyai  motivasi berprestasi tinggi akan mencapai kinerja tinggi, dan sebaliknya mereka yang kinerjanya rendah disebabkan karena motivasi kerjanya rendah
2. Budaya organisasi (X2) adalah adalah kebiasaan dari setiap organisasi yang seharusnya diterapkan yang merupakan perekat untuk menyatukan organisasi dari setiap perbedaan
3. Kinerja karyawan (Y) merupakan hasil kerja, perilaku kerja, sifat yang ada hubungan dengan pekerjaan.
Definisi Operasional Variabel Independen
Variabel Independen dalam penelitian ini adalah Pengaruh Motivasi dan Budaya Organisasi
Rekomendasi Hasil Penelitian
Rekomendasi untuk penelitian ini menarik untuk dilanjutkan penelitian dengan menambah variabel pada penelitian. Karena pada penelitian ini menggunakan 3 variabel dan bisa ditambah lagi. Dan juga dapat dikaitkan dengan dunia pendidikan


Senin, 11 April 2016

konsep pendidikan

Undang­undang  SISDIKNAS No. 20 tahun 2003, menyebutkan bahwa pendidikan adalah
usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta
didik   secara   aktif   mengembangkan   potensi­potensi   dirinya   untuk   memiliki   kekuatan   spiritual
keagamaan,  pengendalian  diri,  kepribadian,  kecerdasan,  akhlak  mulia,  serta   keterampilan   yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara (Undang­undang No. 20 Tahun 2003: 3).
Pengertian   di   atas   mengindikasikan   betapa   peranan   pendidikan  sangat   besar   dalam
mewujudkan manusia yang utuh dan mandiri serta menjadi manusia yang mulia dan bermanfaat
bagi lingkungannya. Dengan pendidikan, manusia akan paham bahwa dirinya itu sebagai makhluk
yang   dikaruniai   kelebihan   dibandingkan   dengan   makhluk   lainnya.   Bagi   negara,  pendidikan
memberi kontribusi yang sangat besar  terhadap kemajuan suatu bangsa dan merupakan wahana
dalam menerjemahkan pesan­pesan konstitusi serta membangun watak bangsa (nation character 
building).
Menurut  Redja Mulyahardjo  (dalam Sulistiawan, 2008: 18)  pengertian  pendidikan  dapat
dibagi menjadi tiga, yakni secara sempit, luas dan alternatif. Definisi pendidikan secara luas adalah
mengartikan   pendidikan   sebagai   hidup.   Pendidikan   adalah   segala   pengalaman   belajar   yang
berlangsung dalam lingkungan dan sepanjang hidup (long life education). Pendidikan adalah segala
situasi   hidup   yang   mempengaruhi   pertumbuhan   individu.   Secara   simplistik   pendidikan
didefinisikan sebagai sekolah, yakni pengajaran yang dilaksanakan atau diselenggarakan di sekolah
sebagai lembaga pendidikan formal. Pendidikan adalah segala pengaruh yang diupayakan terhadap
anak  dan  remaja yang  diserahkan  kepadanya agar  mempunyai kemampuan  yang  sempurna dan
kesadaran penuh terhadap hubunganhubungan dan tugas sosial mereka.
Secara   alternatif   pendidikan   didefinisikan   sebagai   usaha   sadar  yang   dilakukan   oleh
keluarga, masyarakat dan pemerintah, melalui kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang
berlangsung di sekolah dan luar sekolah sepanjang hayat untuk mempersiapkan peserta didik agar
dapat memainkan  peranan  dalam berbagai lingkungan  secara tepat di masa yang  akan  datang.
Pendidikan   adalah   pengalaman­pengalaman   belajar   yang   memiliki   program­program   dalam
pendidikan formal, non­formal ataupun informal di sekolah yang berlangsung seumur hidup yang
bertujuan mengoptimalisasi pertimbangan kemampuan­kemampuan individu, agar dikemudian hari
dapat memainkan peranan secara tepat.
Sekolah  adalah institusi sosial yang didirikan oleh masyarakat untuk melaksanakan tugas­
tugas pendidikan kepada generasi muda. Dalam konteks ini pendidikan dimaknai sebagai proses
untuk memanusiakan manusia untuk menuju kepada kemanusiaannya yang berupa pendewasaan
diri.   Melalui   pendidikan   disemaikan   pola   pikir,   nilai­nilai,   dan   norma­norma   masyarakat   dan
selanjutnya ditransformasikan dari generasi ke generasi untuk menjamin keberlangsungan hidup
sebuah masyarakat.
Dalam konteks sekolah sebagai lembaga yang melaksanakan transformasi nilai­nilai budaya
masyarakat, terdapat tiga pandangan untuk menyoal hubungan antara sekolah dengan masyarakat,
yakni  perenialisme, esensialisme  dan  progresivisme. Pandangan  perenialisme, sekolah  bertugas
untuk mentransformasikan seluruh nilai­nilai yang ada dalam masyarakat kepada setiap peserta
didik, agar  peserta didik tidak  kehilangan  jati diri dan  konteks sosialnya.  Esensialisme  melihat
tugas sekolah adalah menyeleksi nilai­nilai sosial yang pantas dan berguna untuk ditransformasikan 
pada peserta didik sebagai persiapan bagi perannya di masa depan. Peran sekolah yang lebih maju
ada pada progresivisme yang menempatkan sekolah sebagai agen perubahan (agent of change) yang
tugasnya adalah mengenalkan nilai­nilai baru kepada peserta didik yang akan mengantarkan peran
mereka di masa depan.
Menurut Hoy dan Kottnap (dalam Harmanto, 2008 : 7) terdapat sejumlah nilai budaya yang
dapat ditransformasikan sekolah kepada diri setiap peserta didik agar mereka dapat berperan secara
aktif dalam era global yang bercirikan persaingan yang sangat ketat (high competitiveness), yakni:
(1) nilai produktif, (2) nilai berorientasi pada keunggulan (par excellence), dan (3) kejujuran. Nilai
yang berorientasi pada keunggulan adalah identik dengan motivasi berprestasi seseorang.

Moral kejujuran adalah moral universal, moral yang dijunjung tinggi oleh bangsa­bangsa
modern  dan  beradab. Bangunan  masyarakat yang  sehat adalah  yang  didasarkan  atas  nilai­nilai
kejujuran. Kejujuran  pada  gilirannya akan  menumbuhkan  kepercayaan  (trust), dan  kepercayaan
merupakan salah satu unsur modal sosial. Untuk itu tugas pendidikan adalah menanamkan nilai­
nilai kejujuran kepada setiap komponen di dalamnya, baik itu siswa, staff guru maupun komponen
lainnya.   Pendidikan   anti   korupsi   adalah   pendidikan   yang   berkaitan   dengan   cara­cara   untuk
menanamkan  nilai­nilai kejujuran  pada diri peserta didik  melalui serangkaian  cara dan strategi
yang bersifat edukatif.
Pendidikan   mempunyai   makna   yang   lebih   luas   dari   pembelajaran,   tetapi   pembelajaran
merupakan   sarana   yang   ampuh   dalam   menyelenggarakan   pendidikan.   Jadi   pembelajaran
merupakan bagian dari pendidikan. Pendidikan sebagai usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga,
masyarakat  dan   pemerintah   melalui   kegiatan   bimbingan,   pembelajaran,   dan   atau   latihan   yang
berlangsung   di   sekolah   dan   di   luar   sekolah.   Usaha   sadar   tersebut   dilakukan   dalam   bentuk
pembelajaran  di kelas, dimana ada pendidik  yang  melayani para siswanya melakukan  kegiatan
belajar, dan pendidik menilai atau mengukur  tingkat keberhasilan belajar  siswa tersebut dengan
prosedur   yang  telah  ditentukan.  Proses  pembelajaran   merupakan  proses   yang  mendasar  dalam
aktivitas pendidikan di sekolah. Dari proses pembelajaran tersebut siswa memperoleh hasil belajar
yang   merupakan   hasil   dari   suatu   interaksi   tindak   belajar   yaitu   mengalami   proses   untuk
meningkatkan kemampuan mentalnya dan tindak mengajar yaitu membelajarkan siswa. Untuk lebih
jelas   tentang   konsep   pembelajaran   penulis   uraikan   dalam   pokok   bahasan   tersendiri   tentang 
pembelajaran.

tugas kampus



RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Status Pendidikan     : MA
Kelas / Semester         : X/Ganjil
Mata Pelajaran          : Aqidah Akhlak
Jumlah Pertemuan    : 1 kali pertemuan (2x45 Menit)
Alokasi Waktu           : 1 jam Pelajaran (2X 45 Menit)

A.       STANDAR KOMPETENSI :
2.      Memahami Tauhid

B.        KOMPETENSI DASAR  :

2.1  Menjelaskan Pengertian Tauhid dan istilah-istilah
2.2  Menjelaskan Macam-Macam Tauhid
2.3  Menunjukkan Perilaku Orang Yang Bertauhid
2.4  Menerapkan Perilaku Tauhid dalam kehidupan sehari-hari

C.       INDIKATOR
2.1.1  Mengidentifikasikan pengertian tauhid
2.1.2  Menyebutkan istilah-istilah tauhid
2.1.3  Membandingkan pengertian tauhid dan aqidah
2.2.1  Menyebutkan macam-macam tauhid
2.2.2  Menjelaskan pengertian macaam-macam tauhid
2.2.3  Mencari dalil tentang macam-macam tauhid
2.3.1  Mengidentifikasi perilaku tokoh orang yang bertauhid
2.3.2  Menunjukkan ciri-ciri orang yang bertauhid
2.3.3  Menunjukkan contoh-contoh orang yang bertauhid
2.4.1  Meneladani orang yang bertauhid
2.4.2  Menunjukkan akibat bagi orang yang tidak bertauhid
2.4.3  Menunjukkan hikmah bagi orang yang bertauhid

D.    TUJUAN PEMBELAJARAN :
1.      Siswa mampu mengidentifikasi pengertian tauhid
2.      Siswa mampu menyebutkan istilah-istilah tauhid
3.      Siswa mampu membandingkan pengertian Tauhid, Aqidah dan Ushuluddin
4.      Siswa mampu menyebutkan macam-macam tauhid
5.      Siswa mampu menjelaskan pengertian macam-macam tauhid
6.      Siwa mampu mencari dalil tentang macam-macam tauhid
7.      Siswa mampu mengidentifikasi perilaku tokoh-tokoh orang yang bertauhid
8.      Siswa mampu menunjukkan ciri-ciri orang yang berperilaku tauhid
9.      Siswa mampu menunjukkan contoh-contoh orang yang berperilaku tauhid
10.  Siswa mampu meneladani orang-orang yang berperilaku Tauhid
11.  Siswa mampu menunjukkan akibat bagi orang yang tidak bertauhid
12.  Siswa mampu menunjukkan hikmah bagi orang yang bertauhid


E.  MATERI AJAR :
1.      Makna Tauhid dan istilah-istilahnya
a)      Ushuluddin
b)      Aqidah
c)      Ilmu kalam
2.      Macam-macam tauhid
a)      Uluhiyah
b)      Rububiyah
c)      Mulkiyah
d)     Rahmaniyah
3.      Ciri-ciri orang yang bertauhid
4.      Hikmah bagi orang yang bertauhid


F.  METODE :
·         Ceramah
·         Tanya Jawab
·         Diskusi

G.  KEGIATAN PEMBELAJARAN :
NO
KEGIATAN
WAKTU
1
Pendahuluan
a.       Guru mengucapkan salam
b.      Guru dan siswa membuka pelajaran dengan basmalah
c.       Guru berkomunikasi dan menanyakan kabar siswa
d.      Guru mengabsen siswa
e.      Guru menyampaikan tujuan atau peta konsep pembelajaran dan pengenalan

2.
Kegiatan inti


a.       Guru menampilkan video tentang  ciri-ciri orang yang berperilaku tauhid
b.      Guru meminta siswa untuk menganalisis video yang di tampilkan
c.       Guru memperjelas ciri orang yang berperilaku tauhid dari video
d.      Guru menunjukkan contoh-contoh orang yang berperilaku tauhid
e.       Tanya jawab awal tentang  pengertian tauhid dan makna-makna tauhid
f.       Guru menyebutkan istilah-istilah tauhid
g.      Guru menjelaskan perbandingan pengertian aqidahdan tauhid
h.      Guru menyebutkan macam-macam tauhid
i.        Guru menjelaskan macam-macam tauhid
j.        Guru menjelaskan dalil tentang macam-macam  tauhid
k.      Guru menjelaskan Hikmah bagi orang yang bertauhid
l.        Guru menjelaskan akibat bagi orang yang tidak bertauhid
m.    Guru menampilkan video tentang hikmah bagi orang yang bertauhid
n.      Guru menjelaskan hikmah bagi orang yang bertauhid
o.      Siswa mendiskusikan hikmah dan contoh bagi orang yang bertauhid dan bagi yang tidak bertauhid








3.
Kegiatan penutup
a.       Guru mengadakan refleksi terhadap pembelajaran yang telah di laksanakan
b.      Guru menanyakan kepada siswa kesimpulan tentang Tauhid
c.       Guru membuat quiz cepat untuk siswa sebagai penutup
d.      Guru dan ssiswa menutup pelajaran dengan hamdalah dan do’a bersama-sama


E. Sumber belajar :
·         Internet dan intranet
·         Buku paket Aqidah akhlak
·         LKS Aqidah Akhlak
·         LCD
·         Dll
F. Penilaian
NDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
TEHNIK PENILAIAN
BENTUK PENILAIAN
CONTOH INDTRUMEN
Menyebutkan ciri-ciri orang yang bertauhid
Tes tulis
Jawab Singkat
Sebutkan bagaimana ciri-ciri orang yang bertauhid!
Menunjukkan contoh-contoh oramg yang berperilaku Tauhid
Tes tulis
Uraian
Bagaimana contoh orang yang berperilaku tauhid menurut kalian?
Mengidentifikasikan pengertian Tauhid
Tes tulis
Jawab singkat
Jelaskan Pengertian Tauhid!
Mnyebutkan istilah-istilah Tauhid

Tes tulis
Jawab singkat
Sebutkan istilah-istilah bertauhid
Menyebutkan macam-macaam Tauhid

Tes tulis
Jawab singkat
Sebutkan macam-macam tauhid
Mencari dalil yang berkaitan dengan macaam-maacaam tauhid
Tes TULIS
Jawab singkat
Carilah dalil yang berkaitan dengan macam-macam tauhid
Menunjukkan Hikmah bagi orang-orang yang bertauhid
Tes tulis
Jawab singkat
Apa hikmah bagi orang yang bertauhid
Menunjukkan akibat bagi orang ang tidak bertauhid
Tes tulis
Jawab singkat
Apa akibat bagi orang yang tidak bertauhid